Emosi Anda adalah energi besar. Kekuatannya tak pernah bisa Anda bayangkan. Kejadian tersebut adalah emosi. Orang berantem di televisi adalah emosi. Bahagianya Tamara Blezinski ketemu Rasha adalah emosi. Emosi adalah energi yang bisa positif dan bisa negatif. Anda, tentu saja ingin emosi Anda selalu positif. Bagaimana me-manage-nya? Ada caranya.
Berikut ini adalah ringkasan dari buku “I Create Reality – Beyond Visualization: How You Can Use Holographic Creation to Manifest Your Desires!” karangan Christopher Westra yang dikenal dengan HoloCreation Techniques-nya.
1. Bertanggungjawablah atas Emosi Anda
Mungkin, saat ini Anda belum terlalu mempercayainya. Namun demikian tetaplah katakan ini pada diri Anda, saat Anda marah, sedih, kecewa, putus asa, atau bahkan berbahagia:
“Sayalah yang menciptakan realitas Saya, dan sekarang Saya sedang menciptakan emosi ini.”
Biasanya, Anda tidak pernah melakukan langkah pertama ini. Mengapa? Karena Anda lebih percaya bahwa keadaan atau situasai di luar Andalah yang menyebabkan emosi Anda.
2. Beri Nama untuk Emosi Anda
Memberi nama pada emosi akan memperjelas pemahaman Anda tentang emosi itu. Ini juga akan meningkatkan kesadaran Anda tentang emosi itu. Tidak cukup, jika Anda menyebut emosi itu hanya dengan “sedih”, “marah”, “jelek”, “bagus” dan sebagainya.
“Aku lagi biru”
“Gue emang lagi ngehek”
“Saya sedang hitam”
“Aku lagi kena emosi nomor dua belas”
“Saya sedang mengalami kram otak”
“Aku kayaknya lagi kena racun cinta”
Semakin spesifik Anda menamainya, semakin jelas, lengkap, dan spesifik inventory emosi Anda. Hafalkan untuk identifikasi di masa depan.
3. Biarkan Berlalu Penyebabnya
Lupakan, apapun yang di luar diri Anda yang Anda anggap menjadi penyebab emosi Anda, tapi pertahankanlah emosinya. Ingat, Anda tetap harus mengontrolnya. Apa yang Anda lakukan, adalah memisahkan “penyebab emosi” dari emosi itu sendiri. Kini, emosi Anda menjadi lebih obyektif sifatnya. Benda obyektif yang sudah punya nama.
4. Hargai Emosi Anda
Hargai emosi Anda. Sebab dengan itu, Anda ternyata masih manusia. Menghargai emosi tidak berarti menghakiminya dengan “baik” atau “buruk”. Hargai keberadaannya sebagai pelengkap kemanusiaan. Hargai keberadaannya dan bukan sifat atau pengaruhnya. Ini adalah langkah penting dalam rangka menuju ke poin berikut ini.
5. Rasakan Emosi Anda
Kini, Anda rasakan lagi emosi Anda dengan cara yang berbeda. Tanpa penghakiman dan sikap bertahan, rasakan saja. Bila perlu, rasakan di mana letaknya. Di kepala Anda, di dada Anda, di telinga Anda, di wajah Anda, di mana saja di bagian tubuh Anda. Anda kini mengobservasi emosi Anda dengan obyektif. Ingat, tanpa penghakiman dan sikap bertahan.
6. Dapatkan Penjelasan
Anda telah dilingkupi oleh semangat untuk belajar dan tumbuh. Mulailah mencari alasan yang menciptakan emosi Anda. Waspadai yang satu ini: Jangan kembali ke “penyebab eksternal” sebab Anda sedang ber-internalisasi. Penyebab emosi Anda adalah Anda sendiri, bukan sesuatu yang di luar Anda. Bertanyalah,
“Apa yang perlu Saya pelajari dari emosi ini?”
“Keyakinan melenceng apa di dalam diri Saya, yang menciptakan emosi ini?”
7. Identifikasi
Berilah waktu untuk jawabannya. Your answer will come. Di dasar setiap emosi negatif, selalu ada keyakinan yang tidak tepat.
Apakah Anda merasa “harus” membuat semua orang senang?
Apakah Anda merasa tidak akan bisa disukai jika “tidak sempurna”?
Apakah Anda bahwa semua orang “harus” mengikuti Anda?
Apakah Anda merasa diri Anda “tidak bernilai”?
8. Tukar Keyakinan Anda
Pilihlah keyakinan yang lebih baik untuk menggantikan keyakinan negatif Anda. Katakan dengan eksplisit,
“Sekarang Saya memilih untuk menolak keyakinan ini, dan menggantinya dengan keyakinan ini.”
Pada empat langkah terakhir, Anda akan merasakan sesuatu yang luar biasa. Emosi negatif Anda pergi, dan sepenuhnya digantikan dengan sesuatu yang lain. Mengapa ini bisa terjadi? Kuncinya, ada pada kejelasan dan naiknya kesadaran.
Pernah mendengar “control illusion”? Dengan mengikuti amarah, Anda merasa mengendalikan sesuatu, padahal Anda yang sebenarnya berada di bawah kendali emosi. Upaya Anda untuk mengendalikan emosi, tanpa Anda sadari adalah sebentuk penolakan. Dan jika Anda melakukannya dengan memaksa diri, maka Anda bisa menderita selama beberapa jam. Ketahuilah, itu menggerogoti Anda.
Dengan langkah yang tepat dalam membiarkan diri merasakan emosi, Anda akan bisa merasakan emosi sesuai kegunaannya. Untuk belajar, untuk tumbuh, untuk dewasa, untuk tidak menjadi destruktif, untuk menjadi lebih berbahagia.
Semoga bermanfaat.
0 Responses to “Kendalikan Emosi Anda”